Nilaimu bagus.
Saingannya puluhan ribu.
Di kedinasan kamu tidak berlomba melawan ambang batas. Kamu berlomba melawan peringkat. Selisih lima poin bisa berarti ratusan posisi.
Kenyataan
Kenapa lolos ambang batas saja tidak cukup
Ambang batas kedinasan sama dengan CPNS. Yang berbeda adalah jumlah orang yang memperebutkan kursinya.
Ketika ribuan pelamar sama-sama melewati ambang batas, yang menentukan tinggal urutan. Dan urutan dibentuk oleh selisih beberapa poin.
Karena itu target belajar di kedinasan bukan “lolos ambang batas”, tapi “berada di atas sekian persen pelamar”. Dua target ini menghasilkan cara belajar yang berbeda.
Di kedinasan, nilai 400 bisa aman di satu sekolah dan gugur di sekolah lain. Yang berubah bukan soalnya, tapi jumlah pesaingnya.
Ambang batas
Ambang batas sama, kompetisinya tidak
Angka minimalnya seragam. Yang membedakan adalah berapa banyak orang yang juga melewatinya di sekolah yang kamu tuju.
| Subtes | Jumlah soal | Ambang batas | Nilai maksimal |
|---|---|---|---|
| TWK — Wawasan Kebangsaan | 30 | 65 | 150 |
| TIU — Intelegensia Umum | 35 | 80 | 175 |
| TKP — Karakteristik Pribadi | 45 | 156 | 225 |
Sebelum menetapkan target, lihat dulu rasio sekolah yang kamu tuju. Angkanya berbeda jauh antar sekolah.
Cara kami
Latihan yang diukur dengan peringkat
Kalau yang menentukan adalah urutan, maka skor sendirian tidak cukup informatif. Kamu perlu tahu posisimu.
Direview manusia, bukan generate AI
Setiap soal ditulis dan diverifikasi tim yang mengikuti format SKD resmi tiap periode.
Peringkat pada tiap tryout
Bukan hanya skormu, tapi posisimu di antara peserta lain yang mengerjakan paket sama.
Analisis per subtes dan per topik
Terlihat subtes mana yang paling menahan peringkatmu, supaya perbaikannya terarah.
Skor per subtes
Peringkat naik 190 posisi dari tryout lalu
Pengalaman
Kata mereka yang sudah masuk
Dirangkum dari peserta yang mengisi formulir pengalaman.
Passing grade kedinasan ketat dan saingannya ribuan. Analisis per subtes bikin saya sadar TWK saya yang paling lemah, padahal saya kira TIU.
Simulasinya mirip aslinya. Pas hari H saya sudah hafal ritme timer dan navigasi soalnya.
Yang bikin saya berubah cara belajar adalah melihat peringkat, bukan melihat skor.
Nilai saya naik cuma 12 poin, tapi peringkat naik ratusan. Baru paham seketat apa persaingannya.
Passing grade kedinasan ketat dan saingannya ribuan. Analisis per subtes bikin saya sadar TWK saya yang paling lemah, padahal saya kira TIU.
Simulasinya mirip aslinya. Pas hari H saya sudah hafal ritme timer dan navigasi soalnya.
Yang bikin saya berubah cara belajar adalah melihat peringkat, bukan melihat skor.
Nilai saya naik cuma 12 poin, tapi peringkat naik ratusan. Baru paham seketat apa persaingannya.
Paket
Jagotes Paket Sekolah Kedinasan
Kami tidak menjanjikan kursi. Yang kami siapkan adalah latihan yang membuat posisimu terukur sejak jauh hari.
Harga —
-
Tryout dengan peringkat nasional
Setiap paket menampilkan posisimu, bukan hanya skormu.
-
Pembahasan tiap soal
Termasuk alasan opsi lain salah dan cara cepat untuk soal serupa.
-
Bank soal per subtes
Latih TWK, TIU, dan TKP secara terpisah sesuai kelemahanmu.
-
Materi tes lanjutan
Persiapan setelah SKD, karena kelulusan tidak berhenti di tahap pertama.
Masa aktif mengikuti periode seleksi berjalan.
Tiga langkah
- 1
Ukur posisi, bukan cuma nilai
Kerjakan satu tryout penuh dan lihat peringkatmu. Itu titik awal yang sebenarnya.
- 2
Perbaiki subtes penahan
Fokus pada subtes yang paling menurunkan peringkat, bukan yang paling nyaman dikerjakan.
- 3
Ulangi sampai ritmenya wajar
Simulasi penuh 100 menit, berulang, sampai tekanan waktunya terasa biasa.
Paket ini mungkin tidak untukmu
Kalau kamu mencari bocoran soal, kami tidak punya.
Kalau kamu belum memutuskan sekolah yang dituju, angka target kami tidak akan banyak berarti.
Paket ini untuk orang yang siap melihat peringkatnya apa adanya dan memperbaikinya dari sana.
FAQ
Pertanyaan yang sering masuk
Format dan ambang batasnya serupa. Perbedaannya ada pada tingkat persaingan dan adanya tahap seleksi lanjutan setelah SKD di sebagian besar sekolah.
Tidak. Setelah ambang batas terlewat, kelulusan ditentukan oleh peringkat nilai terhadap kuota yang tersedia di sekolah yang kamu pilih.
Sebagian besar sekolah kedinasan menyelenggarakan tahap lanjutan seperti tes kesehatan, kesamaptaan, atau wawancara. Ketentuannya berbeda tiap sekolah.
Tampilan, navigasi, dan timer dibuat menyerupai sistem CAT supaya kamu tidak kehilangan waktu untuk beradaptasi di hari H.
Tidak persis, karena peserta tryout dan peserta seleksi bukan kelompok yang sama. Angkanya berguna sebagai perbandingan relatif antar waktu, bukan prediksi kelulusan.
Ada, lengkap dengan pembahasan, supaya kamu bisa menilai sendiri kualitas soalnya sebelum berlangganan.
Yang menentukan bukan nilaimu, tapi urutanmu
Peringkat tidak dibentuk di hari ujian. Peringkat dibentuk oleh berapa kali kamu berani mengukur posisimu sebelum itu.
Tryout pertama gratis, lengkap dengan peringkat dan pembahasan.